HEART ~ Episode 1

‘The way we choose does not matter, we are connected by a heart’

10 Desember 2007

 

SCENE 1

Mi Rae menyandarkan badannya ke dinding kaca ruang latihan. Kedua matanya menerawang ke arah trainee yang sedang berlatih menari. Dan kenangan itu pun muncul…

Flashback ~ 7 April 2004

Di ruang tamu rumah kediaman keluarga Hwang.

“Aku tak bisa membiarkan ayah membawa Mi Rae”, teriak Tae Sung sambil menarik tangan Mi Rae. Mi Rae memandang ayahnya dengan takut. Pertama kali itu ia melihat ayahnya begitu marah. Pergelangan tangan Mi Rae mulai memerah dan Hong Nam King menyadari hal itu.

“Lepaskan tanganmu, tidakkah kau sadar kau menyakiti putrimu”. Tae Sung memandang wajah putrinya lalu melihat kearah genggaman tangannya. Mi Rae tampak kesakitan, namun gadis itu sama sekali tak bicara. Matanya yang berkaca-kaca dipenuhi oleh ketakutan. Sadar bahwa ketakutan itu muncul karena dirinya, Tae Sung melangkah mundur menjauhi putrinya. Ia meyandarkan badannya di tepian kursi dan dengan penuh sesal memandang putrinya yang terdiam ketakutan.

“Aku akan tetap membawa Mi Rae”, Ucap Hong Nam King tegas. Ia lalu menyentuh tangan Mi Rae yang kemerahan dan mengelusnya dengan lembut. Sambil memandang hangat ke mata Mi Rae, “Mi Rae ikut dengan kakek mulai sekarang. Mi Rae ingin seperti ibu kan?”, Mi Rae memandang lelaki tua di hadapannya dengan ragu. Namun keinginannya untuk menjadi artis seperti ibunya adalah impian yang dimiliki Mi Rae sejak kecil bahkan sebelum ibunya meninggal tiga tahun yang lalu.

“Bagaimana dengan papa?”, Mi Rae memandang ayahnya yang tampak sangat sedih. Hong Nam King pun memandang menantunya itu ragu. Namun ucapan terakhir Tae Sung membuat Hong Nam King membawa gadis kecilnya meninggalkannya, “Jaga Mi Rae baik-baik ayah”.

“Papa…”, ucap Mi Rae saat kakeknya menggandeng tangannya dan berjalan meninggalkan ayahnya.

Tae Sung memandang putrinya yang juga memandanginya dengan mata berkaca-kaca sambil melangkah menuju pintu keluar. “Kau hanya harus bahagia putriku”, Mi Rae tak bisa mendengar apa yang diucapkan ayahnya, namun ia tahu ayahnya bicara sesuatu padanya.

End of Flashback

“Apa yang kau lakukan?”, teriak Shin Na Ri, seorang trainee senior.

“Maaf”, Mi Rae segera bergabung dengan trainee lainnya dan mulai berlatih.

 

SCENE 2

Jun Ki memainkan gitar di tangannya. Suaranya yang bening mengisi kekosongan udara di kamarnya. Tiba-tiba…

“brak”, ayahnya tampak membuka pintu dengan paksa dan tampak marah.

“Ayah”. Jun Ki memandang ayahnya yang tampak lusuh dan rambut serta jenggot lebat yang tak terurus. Bau minuman keras tercium dari tubuh ayahnya.

“Sudah berapa kali kubilang, berhentilah bermimpi. Dimana uang gajimu?”, Lee Suk Jin memandang putranya yang diam.

“Dimana kau menyimpannya?”, Lee Suk Jin segera memeriksa seluruh kamar Jun Ki.

“Hentikan ayah, uangnya sudah tidak ada”, Jun Ki menggenggam lengan ayahnya.

“Apa maksudmu tidak ada?”

“Aku menggunakannya untuk membeli gitar ayah”.

“Plak…”, Suara tamparan yang keras terdengar di seluruh penjuru rumah.

“Dasar tidak tahu diri. Kau habiskan uangmu demi gitar tidak berguna seperti ini”, Suk Jin meraih gitar yang diletakkan Jun Ki di atas tempat tidur dan berniat membantingnya ke lantai. Dengan cepat Jun Ki meraih gitar itu.

“Hentikan. Bukankah ayah jauh lebih tidak berguna, menghamburkan uang hanya untuk mabuk-mabukkan”

“Kau…”, Suk Jin mengangkat tangannya berniat menampar Jun Ki untuk kedua kalinya namun ia menahan kekesalannya.

“Suatu saat kau akan sadar yang kau lakukan hanya sia-sia”, Suk Jin meninggalkan Jun Ki di kamar kecilnya sendirian. Jun Ki terduduk di atas tempat tidurnya.

“Tak ada yang sia-sia Ayah”. Jun Ki berdiri lalu meraih tas gitar di samping meja kecil di kamarnya dan sebuah tas ransel. Ia mengemasi beberapa pakaian dari lacinya.

Ia berjalan menuju pintu rumahnya dengan membawa sebuah tas ransel dan gitar. Ia berhenti sejenak di depan pintu “Aku yakin ini adalah keputusan yang tidak akan pernah aku sesali, Ibu doakan aku”. Jun Ki melangkah meninggalkan rumah. Pintu rumah itu pun tertutup.

Di sudut kamar lain, Suk Jin melihat kepergian Jun Ki. Wajahnya yang lusuh tetap tak bisa menyembunyikan kesedihan.

 

SCENE 3

Mi Rae melatih gerakan tarinya. Sambil diiringi music ia menikmati setiap irama dan gerakan tubuhnya. Ia sangat luwes dan tampak menawan. Beberapa trainee lain tampak melirik padanya lalu berbisik ke yang lainnya. Shin Na Ri yang sudah lama menjadi trainee juga tak tinggal diam melihat Mi Rae, ia menngkatkan irama dan variasi gerakannya.

—#—

Jun Ki berjalan menyusuri seoul yang padat. Lalu berhenti di perlintasan penyeberangan dan terdiam disana. Matanya menerawang mencoba mencari titik dimana dia harus mulai. Dan cahaya itu tampak. Di seberang jalan terdengar  music bergumam riuh dan tampak sebuah grup memainkan nada-nada dengan keras. Tiga orang yang sedang bermain music di seberang jalan tampak berkilau di mata Jun Ki. Senyum pun menghiasi bibirnya.

 

SCENE 4

Waktu berjalan cepat dan malam semakin larut. Mi Rae masih menyibukkan diri berlatih vocal d ruang latihan sendirian. Suaranya yang lembut mengalun di sela-sela ruang latihan yang sepi. Tanpa sadar dari luar pintu kaca, seseorang, Kim Tae Woo, sedang memperhatikannya. Tae Woo sangat menikmati suara Mi Rae.

Tiba-tiba di sebuah nada Mi Rae merasa suaranya kurang pas dan terus mengulang nada itu. Tae Woo yang melihat juniornya kesulitan pun tersenyum lalu berjalan masuk ke ruang latihan.

“Jangan memaksakan diri”, ucap Tae Woo sambil tersenyum

“Tae Woo Oppa”, Mi Rae tampak terkejut tapi juga senang

“Kalau lagu ini, coba nyanyikan seperti ini…”, Tae Woo mulai menyanyikan penggalan lagu yang membuat Mi Rae kesulitan. Dan suara merdu Tae Woo membuat Mi Rae terdiam kagum.

Flashback ~ 17 Januari 2005

“Dia cucunya Hong Nam King, makanya bisa masuk tanpa audisi. Sungguh enak ya”, ucap beberapa orang yang akhirnya terdengar sampai ke telinga Mi Rae. Mi Rae tidak bisa marah karena apa yang mereka ucapkan benar. Setiap kali orang lain membicarakan Mi Rae, Mi Rae hanya pura-pura tidak tahu dan menyibukkan diri latihan.

Akhirnya saat latihan bersama Mi Rae membuat kesalahan gerakan dan membuat Na Ri marah, “Bukan berarti kalau kau cucu pemilik agensi, aku tidak akan menegurmu jika kau membuat kesalahan”. Mi Rae tahu bahwa dia salah dan memang pantas dimarahi, tapi jika setiap kali harus menyinggung masalah dia sebagai cucu Hong Nam King, Mi Rae merasa sangat sedih.

Mi Rae terus melatih gerakannya yang berulang kali salah. Trainee tampak satu persatu meninggalkan ruang latihan hingga hanya Mi Rae saja yang tersisa.

Mi Rae membaringkan badannya yang kelelahan di tengah ruang latihan. Sambil memandang langit-langit ia mencoba mengumpulkan napas dan tenaganya. Dan tiba-tiba… sebotol minuman disodorkan seseorang padanya. Mi Rae dengan cepat bangun dan melihat ke sampingnya. Seseorang yang menyodorkan minuman padanya berdiri sambil tersenyum memandangnya.

“Kau Mi Rae kan?”, Ucap pemuda itu sambil menyodorkan minuman. Mi Rae menerima minuman itu sambil mengangguk. Pemuda itu lalu duduk di samping Mi Rae membuat Mi Rae canggung. Mi Rae tahu kalau ia adalah artis baru yang baru debut namun sudah lama menjadi trainee juga.

“Kenapa seperti canggung begitu, bukannya tidak mengenalku kan”

“Maaf”. Ucapan maaf Mi Rae membuat pemuda itu langsung menyemburkan tawa lepas.

“Ternyata masih ada yang belum mengenalku. Tae Woo, Kim Tae Woo”, pemuda itu menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Dengan ragu Mi Rae meraih tangan Tae Woo, “Mi Rae, Hwang Mi Rae”

“Apa yang sedang kau lakukan sendiri disini?”, tanya Tae Woo

“Tidak, aku hanya berlatih”, jawab Mi Rae sambil menundukkan wajahnya.

“Saat menjadi trainee aku juga sama sepertimu, berlatih sendiri sampai malam seperti ini”, Ujar Tae Woo dengan tenang. “Dan aku senang aku telah melakukan itu, karena hasil kerja kerasku tak sia-sia”. Tae Woo melirik kearah Mi Rae yang juga sedang memandangnya kagum. Mi Rae cepat-cepat mengalihkan pandangannya.

“Kau juga teruslah bekerja keras”, Mi Rae yang semula mengalihkan pandangannya kembali membiarkan matanya memandang ke Tae Woo.

“Orang tidak akan melihat bakat atau latar belakang tapi melihat hasilnya. Dan setiap kerja keras pasti membuahkan hasil”, Lanjut Tae Woo sambil tersenyum memandang Mi Rae.

Dan percakapan itupun berlanjut dengan banyak canda dari Tae Woo.

End of flashback

“Apa yang sedang kau lamunkan?”, Tae Woo memukul kepala Mi Rae pelan menyadarkan Mi Rae dari lamunannya.

“Ah… Oppa”, sahut Mi Rae

“Aku tidak sedang melamun”, lanjut Mi Rae membenarkan diri.

“Cobalah…”, Tae Woo menyuruh Mi Rae menyanyikan penggalan lagu itu. Mi Rae memandang Tae Woo yang juga sedang memandangnya dan dengan yakin Mi Rae menyanyikan penggalan lagu itu dengan lembut. Tae Woo pun memandang Mi Rae dengan senyum…

 

SCENE 5

Jun Ki memandang tiga orang di seberang dengan senyum lebar. Matanya yang bercahaya melihat ketiga orang itu satu persatu. Seorang dengan wajahnya yang hampir tertutup penuh oleh rambut menghentakkan drum nya dengan keras, seorang lagi tampak menikmati petikan bass dan seorang lagi dengan suaranya yang rendah menyanyikan lagu rock sambil mengalunkan petikan gitar yang riang. Sungguh pemandangan yang sangat dinikmati oleh Jun Ki.

‘Inilah impianku’, Jun Ki segera berlari ke seberang begitu lampu hijau menyala dan langsung berhenti di depan pertunjukkan itu.Vokalis sekaligus gitaris band itu tampak terkejut dengan kehadiran Jun Ki tapi tetap mencoba melanjutkan berkonsentrasi dengan pertunjukkannya. Tak banyak orang menyaksikan pertunjukkan itu, hanya Jun Ki dan dua orang remaja perempuan yang menyaksikan pertunjukkan kecil itu dari awal sampai akhir, yang lain hanya memberi uang kecil dan lewat begitu saja.

“Kalian sangat hebat”, puji Jun Ki saat Kang Nam, vokalis dan gitaris band, sedang membereskan peralatannya.

“Terimakasih… Hm, sepertinya kau juga bermain music?”, tanya Kang Nam saat melihat tas gitar yang dibawa Jun Ki.

“Ya”. Kang Nam tersenyum dingin dan bersiap meninggalkan tempat itu bersama dua temannya.

“Ijinkan aku bergabung dengan kalian”, ucap Jun Ki membuat Kang Nam dan dua orang lainnya berhenti melangkah.

“Aku bisa bermain gitar dan menyanyi, jika ada aku pertunjukkan pasti akan lebih disukai”, ucap Jun Ki yakin. Kang Nam menatap Jun Ki tajam. Dalam pikirannya ‘apa yang diucapkan orang ini’.

“Kami tidak suka orang yang banyak bicara, buktikan”, sahut Han Myu Rong sambil tersenyum sinis.

Jun Ki segera membuka tas gitar dan mulai menyetel gitarnya. Sambil berdiri tepat di tempat dimana tiga orang itu sebelumnya beraksi dengan musiknya. Suara gitar yang merdu mengalun dengan lembut, setelah beberapa nada, Jun Ki menaikkan tempo nadanya. Dan Suara lembut Jun Ki mengalir diiringi bunyi gitar yang riang. Paduan yang sangat enak dinikmati telinga. Musik rock dengan alunan lagu pop rock dan bersuara lembut.

Myu Rong terpaku menatap pemuda yang tampak sangat menikmati music itu. Begitu pula Shin Ji Kyung, sang drummer. Sedangkan Kang Nam sambil memejamkan mata ia pun ikut menikmati pertunjukkan yang dimainkan oleh anak muda yang baru saja ia remehkan itu. Dan tak butuh waktu lama pertunjukkan Jun Ki menarik banyak orang di sekelilingnya.

Jun Ki pun melanjutkan menikmati langkah menuju mimpi yang telah ia mulai itu.

 

SCENE 6

“Oppa, terimakasih sudah mentraktirku makan”, ucap Mi Rae yang melangkah berdampingan dengan Tae Woo.

“Tapi apa tidak apa-apa?”, tanya Mi Rae cemas. Tae Woo adalah artis yang baru debut dan paparazzi sangat suka mengikuti kemana-mana. Dan Mi Rae tak mau membuat Tae Woo terkena masalah.

“Belum banyak yang tahu Oppa, apalagi Oppa sangat pintar menyamar. Jangan khawatir”

“Siapa bilang belum banyak yang tahu Oppa. Oppa itu sangat hebat”, puji Mi Rae sambil tersenyum lebar. Tae Woo pun ikut tersenyum.

Beberapa meter di belakang mereka tampak seseorang bertopi, Park Tae Min, sedang mengikuti. Dengan kamera kecil di tangannya, ia tampak menikmati memotret dua orang itu. Ia pun tersenyum melihat hasil jepretan kameranya.

—#—

“Terimakasih sudah mengijinkanku bergabung”, ucap Junki sambil berjalan mengikuti Kang Nam dan lainnya.

“Hyung sangat menghargai bakat yang bagus”, seru Myu Rong.

“Jangan khawatir tempat kami walaupun kecil masih ada sisa sedikit untukmu”, sahut Ji Kyung yang bersemangat mendapat teman baru itu. Dalam pikirannya jika ada anggota baru dalam band maka tugasnya sebagai ‘asisten segala macam’ bisa diberikan ke anggota baru yang lebih junior.

“Hei… kenapa tersenyum sendiri?”, Tanya Myu Rong yang melihat Jin Kyung tersenyum sangat bahagia.

“Kau senang ya, kalo Hyung harus berbagi kamar”, lanjutnya

“Tidak, siapa bilang?”, jawab Jin Kyung sambil tertawa lebar tak bisa menutupi kebohongannya.

“Dasar…”, Myu Rong mengejar Jin Kyung yang berjalan dengan cepat mendahului untuk menutupi wajah bahagiannya. Jun Ki dan Kang Nam hanya tersenyum melihat tingkah kedua orang itu.

—#—

Tepat saat di tengah penyeberangan jalan

“Terimakasih Oppa. Aku pasti akan bekerja keras”, gumam Mi Rae pelan sambil terus melangkah berdampingan dengan Tae Woo. Tae Woo yang tak mendengar apa yang diucapkan Mi Rae hanya tersenyum  sambil memandang Mi Rae yang juga tersenyum.

Dari arah yang berlawanan

“Terimakasih hyung, Aku pasti akan meraih impianku”, gumam Jun Ki sambil berjalan bersama Kang Nam dan dua orang lainnya yang sedang menikmati bercanda.

Dan takdir sepertinya sudah tergaris saat Park Tae Min tak sengaja mengabadikan moment itu. Pertemuan tanpa sengaja dan tanpa disadari menjadi awal perjalanan hidup keduanya…

 

 

End of 1st Episode ^^

Hope u like it, n comment please…

Advertisements

HEART ~ Intro

HEART

‘The way we choose does not matter, we are connected by a heart’

Sinopsis: Kisah tentang seorang gadis, Mi Rae, yang memperjuangkan mimpinya menjadi artis terkenal seperti ibunya. Namun perjalanan meraih mimpi tidaklah mudah dan saat mimpi menjadi kenyataan, itu ternyata bukanlah akhir perjuangannya…

Cast:

Jessica SNSD as Hwang Mi Rae

Lee Jong Hyun CN Blue as Lee Jun Ki

Yesung Super Junior as Kim Tae Woo

Hwang Tae Sung (Mi Rae father)

Hong Nam King (Mi Rae grandfather/Owner of H-Entertainment)

Hong Yu Ri (Mi Rae mother)

Lee Suk Jin (Jun Ki Father)

Kim Hye Sun (Tae Woo mother)

Kim Sung Soo (Tae Woo father)

Kang Hye Rim

Shin Na Ri

Su Jin Pyo (Mi Rae manajer)

Park Tae Min (K Magazine reporter)

Han Myu Rong (H-Beat bassis)

Shin Ji Kyung (H-Beat drummer)

Kang Nam (H-Beat gitaris, Manajer)

Jang So Rim (Hwang Tae Sung secretary at YR Transport)

In Yoo Na (YR worker)

Nam Shi Hwan (YR worker)

Kyuhyun Super Junior as Jung Da Rin (cameo)

 

*********************************************************************************************

This is my 1st project, Fanfiction with different way (drama touch)… So enjoying it…

Please comment ^^

I will update episode once in a week (I hope I could, I’m busy enough, but I try), so be patient…